Google, raksasa teknologi dunia, telah mengembangkan kecerdasan buatan (AI) baru yang mampu menghasilkan musik dari deskripsi teks. MusicLM, AI buatan Google ini telah dilatih menggunakan data sebanyak 280 ribu jam musik. Dari data tersebut, MusicLM mampu menghasilkan musik dari deskripsi yang diberikan oleh para kreator, seperti "lagu jazz yang asik dengan bagian solo pada saxophone dan penyanyinya", atau "lagu techno 90an Berlin dengan bass yang rendah dan kick yang kuat". Hasil musik yang dihasilkan oleh MusicLM terdengar seperti dibuat oleh manusia, meskipun tidak terlalu inventif dan kohesif secara musikal.
Meskipun MusicLM dapat menghasilkan musik berkualitas yang sangat baik tanpa melibatkan instrumentalis, Google tidak berencana untuk melepas MusicLM ke publik pada saat ini. Hal ini karena Google mengakui adanya potensi risiko penyalahgunaan konten kreatif. Masalah hak cipta juga menjadi isu, karena AI seperti MusicLM dapat melanggar hak cipta dengan mencuri audio dari input yang dimasukkan ke dalamnya.
Isu pemanfaatan AI untuk menghasilkan konten telah menjadi topik hangat setelah kemunculan ChatGPT, AI buatan OpenAI yang mampu menghasilkan konten berkualitas hanya dari perintah sederhana yang dimasukkan. Kemunculan ChatGPT ini membuat Google merasa tertantang. Pendiri Google, Larry Page dan Sergey Brin, dikabarkan berencana meluncurkan lebih dari 20 produk AI sepanjang 2023 ini. Mereka memberikan nasihat kepada para pemimpin Google untuk berinvestasi besar-besaran dalam teknologi AI. Namun, Google memilih untuk lebih berhati-hati dalam memanfaatkan teknologi AI karena mereka mengakui potensi risiko penyalahgunaan konten kreatif.
Selain MusicLM, terdapat beberapa AI lainnya yang mampu menghasilkan musik, seperti Riffusion dan Dance Diffusion yang dapat menghasilkan musik dengan memvisualisasikannya. Ada pula Audio ML yang juga merupakan produk Google dan produk AI milik OpenAI, Jukebox. Namun, AI tersebut tidak dirilis ke publik karena keterbatasan teknis dan data untuk latihan. Meskipun begitu, MusicLM dianggap sebagai salah satu AI terbaik dalam menghasilkan musik dari deskripsi teks, bahkan mampu meniru vokal manusia dengan tetap memperhatikan nada dan suara vokal tersebut.
Kesimpulannya, meskipun MusicLM mampu menghasilkan musik berkualitas tinggi, Google memilih untuk lebih berhati-hati dalam memanfaatkan teknologi AI karena adanya potensi risiko penyalahgunaan konten kreatif. Hal ini juga menjadi isu karena AI seperti MusicLM dapat melanggar hak cipta dengan mencuri audio dari input yang dimasukkan ke dalamnya. Meskipun begitu, AI seperti MusicLM dapat menghasilkan musik yang sangat baik tanpa melibatkan instrumentalis. Google sedang mempersiapkan lebih dari 20 produk AI sepanjang 2023 ini, setelah kemunculan ChatGPT yang memungkinkan AI untuk menghasil konten yang berkualitas tinggi. Namun untuk saat ini google masih berhati hati dengan potensi A.I yang bisa disalahgunakan konten kreatif .

Posting Komentar untuk "Google Ciptakan A.I ( Artificial Intelligence ) MusicLM, Bisa Membuat Musik Dari Deskripsi Teks "