Menggantikan AI: Munculnya Kecerdasan Organoid (OI) Sebagai Perangkat Keras Biologis

Menggantikan AI: Munculnya Kecerdasan Organoid (OI) Sebagai Perangkat Keras Biologis


Teknologi kecerdasan buatan atau AI, meskipun canggih, masih kalah dengan kekuatan otak manusia. Para ilmuwan telah menemukan langkah revolusioner untuk mendorong industri komputasi ke depan dengan memanfaatkan kecerdasan organoid (OI), yaitu 'otak' manusia yang tumbuh di laboratorium dan berfungsi sebagai perangkat keras biologis.

Bidang baru biokomputasi ini menawarkan kemajuan yang belum pernah terjadi sebelumnya dalam hal kecepatan komputasi, kekuatan pemrosesan, efisiensi data, dan kemampuan penyimpanan dengan kebutuhan energi yang lebih rendah.

Meskipun teknologi AI telah terinspirasi dari otak manusia dan memberikan pencapaian yang mengesankan seperti mendiagnosis kondisi medis dan menulis puisi, kemampuan pembelajarannya masih belum dapat mengalahkan otak manusia.

Para ilmuwan telah mengembangkan teknologi OI, yaitu organoid otak yang merupakan jenis kultur sel yang tumbuh di laboratorium dan berbagi aspek kunci dari fungsi dan struktur otak seperti neuron dan sel otak lainnya yang penting untuk fungsi kognitif seperti pembelajaran dan memori.

Menggantikan AI: Munculnya Kecerdasan Organoid (OI) Sebagai Perangkat Keras Biologis


Menurut Prof. Thomas Hartung dari Universitas Johns Hopkins, otak tidak hanya unggul dalam pembelajaran tetapi juga lebih hemat energi. Misalnya, AlphaGo, sebuah AI yang mengalahkan pemain Go nomor satu dunia pada tahun 2017, dilatih berdasarkan data dari 160.000 game. Seseorang harus bermain selama lima jam sehari selama lebih dari 175 tahun untuk mengalami banyak permainan ini.

Selain itu, otak juga memiliki kapasitas yang luar biasa untuk menyimpan informasi, diperkirakan mencapai 2.500TB. Para ilmuwan berencana untuk mengadaptasi alat dari berbagai disiplin ilmu, seperti bioteknologi dan pembelajaran mesin, serta merekayasa perangkat stimulasi dan perekam baru untuk mengembangkan teknologi OI.
Mereka juga mengembangkan teknologi untuk berkomunikasi dengan organoid, yaitu mengirimkan informasi dan membacakan apa yang mereka 'pikirkan'.

Posting Komentar untuk "Menggantikan AI: Munculnya Kecerdasan Organoid (OI) Sebagai Perangkat Keras Biologis"